Tribratanews.sumut.polri.go.id – Merebaknya kasus teror
ledakan bom di tiga gereja di Kota Surabaya, satu ledakan di Rusunawa
Sepanjang, Minggu (13/5/2018) dan ledakan bom di depan Mako Polrestabes
Surabaya, Senin (14/5/2018) pada pukul 08.50 WIB, nampaknya mulai
terikut di Kota Medan.
Salah satu akun Instagram
dengan nama pengguna “Cintaiaq Apa Adanya” membuat heboh lewat status
yang dibagikannya. Ia menuliskan Daftar Gereja mau saya Bom; Pentakosta
Tembung, Katolik st maria Marelan dan HKBP Tarutung.
Sontak
hal tersebut membuat geger dan menjadi atensi. Terlebih di Kota
Surabaya baru saja terjadi lima ledakan bom dalam tempo dua hari.
Namun,
saat akun Instagram dan Facebook tersebut ditelusuri beberapa foto dan
status telah dihapuskan oleh si pengguna dan terlebih akun Cintaiaq Apa
Adanya itu sudah tidak aktif.
Bahkan Instagram akun itu sudah tidak aktif.
Menanggapi
hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja
mengatakan hingga saat ini belum ada laporan yang masuk, terkait ancaman
pengeboman Gereja lewat status Facebook tersebut. “Tetap kita akan
selidiki, tapi info pastinya belum ada masuk,” kata AKBP Tatan dikutip
dari media online Tribun Medan, Selasa (15/5/2018). “Yang pasti data itu
belum ada masuk, jadi masyarakat tidak perlu takut,” sambungnya.
Lebih
lanjut, AKBP Tatan menghimbau masyarakat jangan mau menerima informasi
yang belum tentu kebenarannya. Terlebih informasi itu diperoleh lewat
media sosial. “Yang penting kita tetap siaga, untuk menangkal segala
macam bentuk teroris,” tegas AKBP Tatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar